Tuesday, December 13, 2022

Sebuah kisah Kampanye Jajanan Sehat Demi Generasi Muda Tumbuh Sehat

    Ada masa di mana kondisi tak mengenakkan mendorong seseorang untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Itulah yang terjadi pada Dharma Sucipto di tahun 2011.  Ketika itu, Dharma ditinggalkan oleh nenek tercintanya -yang mengidap penyakit diabetes- untuk selamanya. Hal itu menyadarkan Dharma untuk lebih aware terhadap makanan dan minuman yang akan dia masukkan ke dalam tubuhnya. Penyakit yang diidap neneknya membuat dia mencari dan akhirnya tahu bahwa diabetes bisa dipicu dengan mengonsumsi zat aditif (pemanis buatan, pewarna makanan dan MSG) secara berlebihan.

    Di tahun 2011, saat di mana Dharma masih duduk di bangku SMA, dia berpikir untuk melakukan perubahan pola makan dimulai dari lingkungan sekolah dahulu. Kebetulan saat itu Dharma tergabung dalam ekstrakurikuler Go Green Smandry (GGS). Dia pun berinisiatif untuk mengampanyekan gerakan makan jajanan sehat bersama teman-teman GGS nya.

    Tentu bukan sekadar kampanye janji manis berupa kata-kata saja, tapi mereka melakukan aksi nyata. Dharma beserta GGS menanam umbi-umbian dan kacang-kacangan selepas jam belajar di lahan 10 x 8 meter persegi milik sekolah. Dapatkah kalian tebak, apa yang selanjutnya dilakukan Dharma dan GGS terhadap hasil lahan tersebut? Inilah awal perubahan positif yang akan dilakukan Dharma Sucipto.


Gambar 1: Dharma Sucipto Bersama Hasil Kreasi Jajanan Sehat

    Dari hasil panen yang awalnya hanya dikonsumsi anggota GGS dan para guru, Dharma berpikir untuk menjangkau teman-teman lainnya. Dharma ingin mengajak teman-temannya untuk mencoba mulai membiasakan diri untuk makan makanan sehat. Maka keluarlah ide untuk mengolah hasil panen menjadi penganan tradisional sehat yang selanjutnya akan dijual di kantin sekolah.

    Demi mencapai tujuan tersebut, mulailah Dharma beserta teman-temannya mencoba menemukan resep jenis jajanan yang enak dan disukai serta yang terpenting adalah harus sehat. Dari kegigihan mereka mencoba akhirnya dihasilkanlah 20 jenis makanan dan minuman yang akan diperjual belikan di kantin sekolah. Demi kelancaran misi ini maka sekolah pun membuat kebijakan khusus di kantin sekolah. Kebijakan ini mengatur bagaimana kemasan plastik dan penggunaan MSG digunakan dalam jajanan sekolah serta mengatur penjualan minuman instan.

    Small Farming Food society adalah nama yang diberikan Dharma untuk gerakan jajanan sehat yang telah mereka mulai ini. Hal yang sangat dibanggakan pihak sekolah sebab para siswa memiliki rasa peduli terhadap makanan sehat. Tak sampai di situ saja, ia dan teman-temannya pun mulai mensosialisasikan gerakan jajanan sehat ke sekolah yang ada di sekitar mereka. Karena menjangkau area yang lebih luas maka kreasi jajanan sehat pun bertambah hingga 40 jenis, semua diolah dari hasil panen lahan sekolah mereka, omzetnya pun mencapai 10 juta per bulan.

    Tak puas hanya sampai di situ, Dharma-pun bekerja-sama dengan puskesmas setempat untuk kemudian mendatangi sekolah - sekolah guna melakukan penyuluhan tentang pentingnya makan makanan yang sehat, tentang bagaimana mereka mengolah perkebunan kecil mereka sampai ke cara pembuatan kompos yang sangat mudah dilakukan.

    Lambat laun kampanye mereka makin luas, target market mereka semakin banyak. Jajanan yang mereka hasilkan sampai ke wilayah Malang. Variasi jajanan sehat bertambah begitu pun omzet yang mereka hasilkan, mencapai 300 porsi sepekan.

    Branding jajan sehat tentu sejalan dengan kampanye ramah lingkungan. Menggunakan botol kaca untuk minuman, tidak menggunakan pewarna, pemanis buatan, serta pengawet dalam bahan makanan. Makanan dan minuman dijaga agar tingkat kesehatannya terjamin.

    Di tengah gencarnya gempuran makanan dan minuman instan, Dharma dipandang memberikan kontribusi positif dalam memberikan inspirasi bagi anak muda Indonesia agar tumbuh secara sehat melalui makanan yang  berkualitas baik dan sehat. tentu saja, niat baik pada akhirnya akan mengundang hal baik, gerakan yang dijalankan oleh Dharma ini membuat Dharma berhasil mendapatkan penghargaan pada tahun 2012 dalam ajang Satu Indonesia Awards dari Astra. Sungguh Inspiratif !

Monday, December 12, 2022

ASUS ExpertBook B3000 Detachable Gathering di Medan

Assalamualaikum, halo semuanya, bertemu kembali dengan aku. Hehe. Pada kesempatan kali ini aku ingin berbagi cerita mengenai acara yang aku hadiri pada tanggal 9 Desember 2022 kemarin di Hotel Grand Mercure Medan. Yups … benar sekali acara ini mostly mengenai pengenalan produk ASUS ExpertBook B3000 Detachable. Laptop yang ditenagai Qualcomm Snapdragon 7C Gen 2 Compute Platform pertama di Indonesia. Wahhh mendengar kata “pertama di Indonesia” bikin penasaran gak sih tentang apa dan bagaimana sebenarnya produk ini. Sini … sini … aku persembahkan review-ku tentang ASUS ExpertBook B3000 Detachable ini. Here we are ~



Performance

Main Spec.

ExpertBook B3000

CPU

Qualcomm® Snapdragon™ 7c Gen 2 (1MB L3 Cache, up to 2.55GHz, 8 cores)

Operating System

Windows 11 Home in S Mode

Memory

8G LPDDR4X on board

Storage

128G eMMC

Display

10.5-inch, WUXGA (1920 x 1200) 16:10 60Hz, touchscreen, Wide view, Glossy display, LED Backlit, 320nits, sRGB 121%

Graphics

Qualcomm® Adreno™ GPU 618

Input/Output

1x USB 3.2 Gen 1 Type-C support display + power delivery

1x 3.5mm Combo Audio Jack

Connectivity

Wi-Fi 5(802.11ac) (Dual band) 2*2, Bluetooth 5.1

Camera

5.0 MP front-facing camera

13.0 MP world-facing camera

Audio

Built-in speaker, Built-in array microphone

Battery

38WHrs, 2S1P, 2-cell Li-ion

Dimension 

26.03 x 17.21 x 0.89 ~ 0.90 cm

Weight

590 gram

Price

Rp6.999.000

Warranty

1 tahun garansi internasional + ASUS Expert Warranty


ASUS ExpertBook B3000 Detachable, Laptop atau tablet?

Sebagai perangkat detachable, ExpertBook B3000 dapat digunakan sebagai tablet maupun laptop. ASUS ExpertBook B3 terdiri dari 3 bagian yaitu body utama, keyboard dan garage stylus. Nah jika dilepas dari keyboard maka akan terlihat seperti tablet yang berbobot 590 gr.  ASUS ExpertBook B3, pendamping portable 2 in 1 yang menggabungkan system operasi windows dengan chips yang dirancang khusus untuk perangkat mobile. Sehingga produk ini termasuk laptop yang bagus untuk mahasiswa karena diperuntukkan untuk pembelajaran dan juga untk bisnis, ASUS Business laptop modern yang mengedepankan mobilitas.

 

Laptop dengan Daya Tahan Baterai Panjang

ASUS ExpertBook B3000 dengan sistem operasi Windows 11 ditenagai Qualcomm Snapdragon 7C Gen 2 Compute Platform, prosesor dengan arsitektur ARM yang hemat daya sehingga dapat bertahan hingga 21 jam.   Dibekali dengan chip grafis Qualcomm® Adreno™ GPU 618 juga memungkinkan ExpertBook B3000 beroperasi dalam waktu yang panjang.

 

Laptop yang Fleksibel

Didesain dengan bobot 590 gram, ketebalan 0,9 cm membuat ExpertBook B3000 sangat ringkas dan ringan sehingga mudah untuk dibawa bepergian. Keyboard dirancang nyaman digunakan dengan key travel 1,5 mm dan mudah untuk lepas-pasang ketika akan digunakan sebagai tablet. ExpertStand cover dibelakang body berfungsi sebagai pelindung sekaligus dudukan ketika produk ini akan digunakan sebagai laptop.

 

Hal yang Menarik dari  ExpertBook B3000

ExpertBook B3000 memiliki ExpertStand cover yang memungkinkan untuk menggunakan laptop dengan mode vertikal maupun horizontal. Produk ini menggunakan layar sentuh (touchscreen) sehingga memudahkan pengguna melakukan navigasi saat digunakan sebagai tablet. Nah untuk melengkapi fitur touchscreen maka disediakan  stylus yang terletak di kompartemen khusus pada bodi ExpertBook B3000. Uniknya, stylus otomatis melakukan pengisian daya (butuh 15 detik untuk penggunaan selama 45 menit) ketika disimpan di kompartmennya. Expertbook B3000 dilengkapi dengan kamera belakang dengan resolusi 13MP, seperti halnya smartphone agar  mudah mengambil gambar dan merekam video. Serta kamera depan dengan resolusi 5MP yang ditempatkan sejajar dengan layar seperti halnya laptop.

Bagaimana? Tertarik untuk memiliki ASUS ExpertBook B3000  Detachable? Aku sih YES