Monday, May 25, 2026

 Kemarin, aku baru nonton film drama keluarga Ayah Ini Arahnya Ke Mana Ya di bioskop. pertama ya cuma karena lagi kepengen nonton film keluarga, terus lihat pemainnya cukup meyakinkan, jadi aku pikir gapapa lah nonton ini.







sumber : Foto Pribadi

To be honest, di awal nonton aku malah gedeg. Alurnya tuh langsung dikasih masalah dari awal. Kayak... loh, belum apa-apa kook udah berat aja. Tapi justru itu yang bikin relate sama kondisi sekarang, tentang fenomena fatherless, di mana ayahnya ada, tapi perannya kayak gak benar-benar "hadir" di keluarga.

Di film ini, si ayah lebih sering diam. Waktu anaknya butuh jawaban atau solusi, dia malah kayak menghindar dari konflik. Padahal ya, konflik dalam keluarga itu wajar. Harusnya bisa diselesaikan bareng, bukan dipendam sendiri. ujungnya, karena semuanya dipendam, akhirnya yang kena justru anak.

Ibunya juga sama, cenderung nutup-nutupin keadaan. Jadi suasana keluarganya tuh kerasa "penuh", tapi gak pernah dibicarakan secara gamblang. Alurnya memang terasa lambat dan penonton kayak nunggu: "kapan ini semua meledak?"

dan guess what .... puncaknya ada di momen ketika mereka mulai salah paham, jadi makin jauh, bahkan aku lihatnya sampai ada rasa benci ke ayahnya sendiri. Sampai akhirnya, ada satu kejadian yang bikin mereka butuh sosok ayah lagi.

nah pas kejadian itu ada momen saling maaf-maafan. Hangat, tapi kayak belum benar-benar selesai. Kayak masih ada yang mengganjal.

Dan yang paling bikin nyesek adalah... saat mereka lagi pelukan, lagi mulai memperbaiki hubungan, si ayah justru meninggal. Rasanya campur aduk. Sedih, mungkin itu momen di mana si ayah akhirnya "melepaskan beban" yang selama ini dia pendam sendiri.

Menurutku, pesan dari film ini adalah ...
komunikasi itu penting banget dalam keluarga.
Jangan semua dipendam cuma karena takut konflik. Karena yang gak diomongin itu justru bisa jadi luka yang lebih besar.

Orang tua memang selalu berusaha kasih yang terbaik buat anaknya. Tapi di sisi lain, anak juga bukan berarti harus selalu "mengerti keadaan". Anak juga punya mimpi, punya perasaan, dan butuh didengar.

Kalau kamu lagi ngerasa jauh sama keluarga, atau ada hal yang belum sempat diomongin... mungkin film ini bisa jadi "pengingat" yang kamu butuhin.
Coba deh nonton Ayah Ini Arahnya Ke mana Ya, siapa tahu, kamu jadi punya keberanian buat mulai ngobrol lagi.

@shofialubis14 Menurut aku ini tipe film yang relate banget sama kehidupan keluarga sehari-hari. Kalau kamu lagi cari tontonan yang hangat tapi tetap kena, boleh banget masuk list kamu. #filmayahiniarahnyakemanaya #ayahiniarahnyakemanaya  Sebuah Perjalanan - Deza